Rahasia otak manusia
Rahasia otak manusia

otak…..inilah karunia Tuhan yang sangat luar biasa dan tiada tandinganannya.  Otak manusia merupakan pusat aktivitas tubuh yang akan mengaktifkan seluruh organ dan sistem tubuh melalui pesan-pesan yang dihantarkan oleh serabut saraf.

Begitu besar kemampuan otak namun hanya seper sekian persen dari potensi otak itu yang Otak manusia terdiri dari 3 dimensi otak yang akan yaitu :

Dimensi lateralitas-komunikasi (belahan kiri-kanan)

Otak kita terdiri dari 2 bagian yaitu belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Belahan kiri mengatur badan bagian kanan, mata dan telinga kanan. Belahan ini berkenaan dengan kemampuan berpikir dengan logika dan rasional, orientasi waktu, menganalisa, memperhatikan detil.

Belahan kanan mengatur badan bagian kiri, mata dan telinga kiri. Belahan ini berkaitan dengan kemampuan berpikir intuitif (menggunakan perasaan), merasakan, bermusik, mengekspresikan tubuh, memadukan beberapa bagian menjadi satu kesatuan.

Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh satu daerah perbatasan yang disebut “Corpus Callosum” atau jembatan otak. Daerah ini menjadi simpul saraf tempat terjadinya transmisi informasi dari kedu belahan otak kepada tubuh.

Kemampuan belajar yang paling baik adalah manakala kedua belahan otak tersebut bekerja sama dengan baik. Gerakan-gerakan senam otak yang berkenaan dengan menyeberang garis tengah (perbatasan antara belahan kiri-kanan) mengaktifkan kerja sama kedua belahan ini. Gerakan tersebut menyangkut mendengar, melihat, menulis, bergerak dan bersikap positif.

Dimensi pemfokusan-pemahaman (bagian muka-belakang)

Bagian belakang otak menerima informasi yang disampaikan ke otak dan juga menyimpan rekaman pengalaman seseorang. Bagian ini memproses informasi yang diterimanya untuk diteruskan ke bagian depan otak. Bagian depan otak mengekpresikan informasi tersebut sesuai dengan tuntutan dan keinginan orang yang melakukannya.

Ketika dalam keadaan stres, gugup, tegang, takut bagian otak depan kekurangan energi sehingga respon yang dimunculkan bukanlah respon yang terkontrol atau tingkah laku yang logis. Respon yang muncul merupakan refleks pelindung yang sudah ada sejak manusia hidup di jaman purbakala. Sebagai contoh ketika menghadapi ujian dengan gugup maka jawaban yang sudah dipersiapkan dapat dengan tiba-tiba hilang atau menjadi lupa. Latihan gerakan senam otak yang berkenaan dengan dimensi ini adalah latihan meregangkan otot dan latihan yang menyangkut konsentrasi, pengertian dan pemahaman. Latihan ini menolong kesiapan seseorang dalam menerima hal baru yang dipelajarinya atau dalam mengekpresikan apa yang sudah dipelajarinya. Kesulitan dalam memahami inti pelajaran atau kesulitan berkonsentrasi dapat dikuramgi dengan melakukan gerakan senam otak.

Dimensi pemusatan-pengaturan (bagian atas-bawah sistem saraf)

Dimensi ini berkaitan dengan 2 hal yaitu pembagian otak antara bagian atas dan bawah serta pembagian sistem saraf antara otak dengan sistem saraf di dalam tubuh.

Hal yang pertama berkenaan dengan fungsi-fungsi otak bagian atas (otak besar) dan bawah (sistem limbik). Sistem limbik bertanggungjawab dalam memberikan arti dan perasaan terhadap informasi yang diterima (informasi emosional). Sedangkan otak besar  bertanggungjawab dalam hal berpikir abstrak. Jika kedua fungsi ini terganggu kerjasamanya maka orang sulit merasakan emosi atau mengekspresikan perasannya, cenderung bertingkah laku irasional serta mengalami ketakutan yang berlebihan.

Hal kedua adalah kenyataan dimana tubuh manusia merupakan satu sistem listrik yang sangat kompleks. Semua rangsang atau masukan yang diterima oleh indra tubuh (mata, telinga, sentuhan dsb) diubah ke dalam bentuk sinyal listrik dan diteruskan oleh serabut saraf ke otak. Otak pun mengirimkan respon atau jawaban atas rangsang tersebut dengan cara yang serupa dalam bentuk sinyal listrik melalui serabut saraf. Sinyal ini kemudian diubah kembali dalam bentuk gerakan dan semacamnya. Kelancaran aliran energi listrik ini antara otak dan tubuh sangat diperlukan. Melalui latihan gerakan senam otak dan minum  air maka kelancaran dan keaktifan jaringan listrik tubuh ini dapat berfungsi dengan baik. Sehingga informasi yang disampaikan dari otak ke tubuh dan sebaliknya dapat berjalan dengan lancar. Latihan yang berkenaan dengan dimensi ini antara lain latihan yang menyangkut mengorganisasi, mengatur, berjalan, tes atau ujian.