SYIAR ISLAM DAN PENGABDIAN SANTRI PERGIS GANRA DI MASJID AL QADIR
SYIAR ISLAM DAN PENGABDIAN SANTRI PERGIS GANRA DI MASJID AL QADIR

GEMA RAMADHAN 1447 H: SYIAR ISLAM DAN PENGABDIAN SANTRI PERGIS GANRA DI MASJID AL QADIR

SOPPENG, Februari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Desa Ganra, Kabupaten Soppeng, seiring tibanya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Pondok Pesantren Perguruan Islam (Pergis) Ganra, sebagai salah satu pilar pendidikan Islam di daerah tersebut, kembali menghidupkan tradisi religius melalui rangkaian kegiatan intensif yang dipusatkan di Masjid Al Qadir. Memasuki tahun 2026, pesantren ini tidak hanya fokus pada penguatan spiritual internal santri, tetapi juga memperluas jangkauan dakwahnya ke masyarakat luas.

Pelepasan Santri Sebagai Duta Dakwah
Mengawali momentum suci ini, pihak madrasah telah menggelar prosesi resmi Pelepasan Santri sebagai Imam dan Mubaligh Ramadhan 1447 H pada pertengahan Februari 2026. Berdasarkan informasi dari Laman Resmi MTs PP Pergis Ganra, para santri yang dilepas merupakan individu pilihan yang telah melalui seleksi ketat dalam penguasaan hafalan Al-Qur'an (Tahfidz) dan tata cara memimpin salat (Imamah).

Direktur pondok pesantren menekankan bahwa penugasan ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan ujian nyata bagi santri untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama bertahun-tahun di pondok. Masjid Al Qadir menjadi basis utama bagi para santri ini untuk mempraktikkan keterampilan retorika dakwah mereka melalui ceramah singkat (kultum) sebelum salat tarawih dan setelah salat subuh.

Rangkaian Ibadah di Masjid Al Qadir
Masjid Al Qadir, yang menjadi pusat kegiatan spiritual desa, bertransformasi menjadi laboratorium dakwah selama 24 jam. Setiap malamnya, masjid ini dipenuhi oleh jemaah yang antusias mengikuti salat tarawih berjamaah. Para santri bergantian mendampingi pembina pesantren untuk menjadi imam, memberikan warna baru dengan lantunan ayat-ayat suci yang fasih.

Selain salat berjamaah, kegiatan Tadarrus Al-Qur'an menjadi agenda yang paling menonjol. Setiap harinya, santri MTs dan MA Pergis Ganra berkumpul di serambi Masjid Al Qadir untuk menyelesaikan target khatam Al-Qur'an. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setelah Salat Dhuha dan berlanjut hingga malam hari. Program Tahsin Al-Qur'an juga dibuka bagi jemaah umum yang ingin memperbaiki bacaan mereka di bawah bimbingan langsung para ustadz pesantren.

Program Sosial dan Pemberdayaan Ummat
Ramadhan 1447 H di Pergis Ganra juga diwarnai dengan aksi nyata kepedulian sosial. Sejalan dengan program pemerintah mengenai pemenuhan gizi, pihak pesantren melalui panitia Ramadhan menyelenggarakan penyaluran hidangan buka puasa yang bergizi bagi santri dan warga sekitar yang membutuhkan.

Tak hanya itu, kegiatan Istighasah dan Doa Bersama secara rutin digelar di Masjid Al Qadir untuk memohon keberkahan bagi bangsa Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi kolektif, di mana para santri bersimpuh bersama masyarakat desa untuk mendoakan keselamatan umat di tengah dinamika zaman.

Transformasi Karakter Melalui Pesantren Ramadhan
Bagi santri yang menetap di pondok, kurikulum pendidikan selama bulan puasa mengalami penyesuaian. Pelajaran formal di kelas dikurangi untuk memberikan porsi lebih besar pada kajian kitab kuning dan pendalaman akhlak. Tema besar yang diusung tahun ini adalah "Membangun Generasi Rabbani yang Cerdas dan Mandiri".

Keterlibatan aktif santri dalam mengelola kegiatan di Masjid Al Qadir—mulai dari teknis persiapan buka puasa hingga pengaturan saf jemaah—bertujuan untuk melatih kemandirian dan jiwa kepemimpinan (leadership) mereka. Hal ini sejalan dengan peran pesantren sebagai lembaga yang tidak hanya mencetak ahli agama, tetapi juga individu yang memiliki kepekaan sosial tinggi.

Penutup dan Harapan
Kepala Madrasah PP Pergis Ganra menyampaikan bahwa Ramadhan 1447 H harus menjadi titik balik peningkatan kualitas iman bagi seluruh keluarga besar pesantren. Melalui sinergi dengan pengurus Masjid Al Qadir, diharapkan syiar Islam di Desa Ganra semakin kuat dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Soppeng.

Hingga berita ini diturunkan, jemaah Masjid Al Qadir terus meningkat setiap malamnya. Semangat santri dalam mengabdi menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Perguruan Islam Ganra tetap konsisten menjaga marwah sebagai pencetak kader ulama masa depan.

https://www.instagram.com/stories/pajokka465/3836422841068303346?utm_source=ig_story_item_share&igsh=MW1hZjUxZGE0OWhzMA==